myhome

INTERNATIONAL GEOMAPPING COMPETITION

myhome

International Geomapping Competition 2015 is ready to START!

The biggest Geological Mapping Competition in South East Asia is ready to be held on Monday, 23rd 2015. The competition named INTERNATIONAL GEOMAPPING COMPETITON (IGC) 2015 has a theme : “Reveal the Secret of the Earth”. The opening of 2015 IGC will be held at KPFT Gadjah Mada University on the first day and the field mapping in the next three days. In the end, all participants will have to make the report and present it.

All participants are came from many regions and nations. The fifteen participants are
1. IST AKPRIND
2. Universiti Kebangsaan Malaysia
3. Universitas Gadjah Mada
4. Universitas Padjajaran
5. Universiti Malaya
6. Universiti Malaysia Kelantan
7. STTNAS
8. Institut Teknologi Bandung
9. Universitas Diponegoro
10. Universitas Jendral Soedirman
11. Chulalongkorn University
12. Universitas Trisakti
13. UPN “Veteran” Yogyakarta
14. OTTOW GEISSLER JAYAPURA.
15. ITATS

All the preparations have done by the committees to make this event go smoothly.

for more information: [button link=”http://geomappingugm.org/” type=”icon” newwindow=”yes”] geomappingUGM[/button]

100_0678

HMTG FT UGM goes to HMJTG “Pangea” UPN

[tabs slidertype=”simple” fx=”slide” auto=”yes”] [tab]100_0678[/tab] [tab]IMG_4710[/tab] [tab]IMG_4684[/tab] [/tabs]

            Tak kenal maka tak sayang.

            Mungkin pepatah tersebut pantas untuk menggambarkan niat tulus dari HMTG FT UGM untuk menjalin hubungan yang baik dengan Himpunan Geologi UGM seluruh Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Pada periode kepengurusan yang baru ini, 2015-2016, di bawah kepemimpinan Hafizhan Abidin Setyowiyoto, HMTG FT UGM melakukan kunjungan pertamanya ke Himpunan Teknik Geologi lain di Yogyakarta.

            Himpunan yang terpilih untuk pertama kalinya yaitu Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Geologi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” (HMJTG Pangea). Kunjungan ini dilaksanakan pada hari Rabu malam, 18 Maret 2015. Perwakilan dari HMTG FT UGM berjumlah 24 orang dan dengan membawa misi persaudaraan HMJTG Pangea-pun menyambut dengan hangat kedatangan teman-teman dari HMTG FT UGM.

            Acara kunjungan ini dibuka oleh ketua HMJTG “Pangea” UPN, Rizal. Lalu kemudian dari pihak HMTG FT UGM, Hafizhan menyampaikan sepatah dua patah kata sebagai sambutan di awal. Acara dilanjutkan dengan adanya penjelasan sekilas tentang HMTG FT UGM dan proker masing-masing departemen di depan teman-teman HMJTG “Pangea” UPN. Hal ini juga sebagai perkenalan anggota HMTG FT UGM kepada anggota HMJTG “Pangea” UPN.

            Membagi pengalaman kepada orang lain tidaklah merugikan, itulah yang kemudian kami lakukan. Dibentuklah sebuah forum kecil yang telah dikelompokkan berdasarkan departemen-departemen yang bersesuaian. Tujuan dari forum ini tidak lain adalah untuk sharing masing-masing proker dan juga saling bertanya jawab tentang apa yang belum diketahui oleh masing-masing.

            Waktu tak terasa sudah beranjak malam, oleh karenanya perjumpaan yang baru saja dimulai tersebut harus diakhiri. Dari HMTG FT UGM menyerahkan momento kepada HMJTG “Pangea” UPN sebagai tanda terimakasih atas kesediaannya menerima kunjungan dari HMTG FT UGM. Kemudian acara kunjungan ditutup dengan foto bersama semua anggota, baik dari HMTG FT UGM maupun dari HMTG “Pangea” UPN.

            Semoga untuk ke depan hubungan diantara HMTG FT UGM dengan HMJTG “Pangea” UPN dapat berjalan dengan baik, harmonis, dan sinergis, terlebih pada tahun depan, 2016, keduanya akan menjadi tuan rumah PIT PERHIMAGI.

Sekian. Terimakasih 🙂 (Eka Nofiana K._TIM)

P_20150306_200051

Wentworth English Club 2015

[tabs slidertype=”simple” fx=”slide” auto=”yes”] [tab]P_20150306_200046[/tab] [tab]P_20150306_200119[/tab] [tab]P_20150306_200051[/tab] [tab]P_20150306_200059[/tab] [/tabs]

Wentworth English Club 2015 hadir kembali, fellas. Dengan mengusung tema “Enhancing English Competency for Geologist”, Wentworth English Club hadir dengan nuansa yang lebih baru dan interaktif, yang tentunya berbeda dengan club-club english lainnya. Wentworth English Club merupakan salah satu program kerja dari Departemen Penelitian dan Pengembangan HMTG yang khusus untuk pengembangan english skill anggota HMTG. Nah, jadi siapa yang tertarik untuk melatih bahasa inggris nya, silahkan gabung dengan Wentworth English Club, karena kursi nya terbatas loh.

Oh ya apasih yang istimewa dari Wentworth English Club? Keistimewaannya adalah suasana yang informal dan tidak terlalu tegang namun tetap mengutamakan nuansa english atmmosphere selama kelas berlangsung. Dari segi biaya, Wentworth English Club hanya mematok IDR 5K untuk Regular Member, dan IDR 8K untuk Insidental Member. Bedanya, menjadi Regular member kamu bisa mengikuti seluruh rangkaian acara Wentworth English Club dengan pembayaran dimuka sebesar IDR 30K, sedangkan Insidental Member, bisa memilih mengikuti acara tertentu saja dan dikenakan biaya IDR 8K per pertemuan. Berhubung hanya 25 kursi yang tersedia, jadi pendaftaran buat member dipilih berdasarkan track record dan komitmennya. Dibandingkan dengan English Course lainnya, biaya untuk mengikuti Wentworth English Club termasuk terjangkau loh, coba hitung jika kamu mengikuti english course di tempat-tempat les, tentu jauh lebih mahal,bukan? Oleh karena itu, Wentworth English Club hadir sebagai solusi tepat untuk improve your english, dengan tujuan utama untuk kesejahteraan warga HMTG.

Kapan dan dimana sih kegiatan Wentworth English Club? Wentworth English Club hadir setiap 2 minggu sekali yang dilaksanakan pada Hari Jumat malam, mulai pukul 19.00 hingga 20.40 WIB. Lokasi pelaksanaan nya bertempat di Realia English Course yang berada di jalan Pandega Marta. Tahun ini, Wentworth English Club bekerjasama dengan pihak Realia English Course baik untuk Mentor maupun Lokasi kegiatannya.

Untuk Rangkaian acara, Wentworth English Club hadir dengan 6 acara, yakni Video Resuming and Understanding (telah dilaksanakan), How to be a Good Moderator and Presenter (20 Maret), Grammar and Pronouciation on Geology Term (27 Maret), Talk with Bule or Native (24 April), Paper Presentation (8 Mei), Geological Potluck Party (22 Mei), dan TOEFL like Test yang terbuka untuk Umum (tentatif).

Sekedar infomasi, Saat ini sudah terisi 20 Regular Member loh, dan hanya tersedia 5 Insidental Member yang berubah keanggotaan setiap minggunya. Nah, buat kamu yang belum gabung dan ingin merasakan salah satu acara Wentworth English Club, silahkan daftar melalui sms ke Yoyok 2013 dengan Format Insidental_Name_Batch_Nama Acara lalu kirimkan ke 085728012240. (Yoyok Hartoyo_Litbang)

127119

FDG “Oil Price Impact for Our Career”

[tabs slidertype=”simple” fx=”slide” auto=”yes”] [tab]127119[/tab] [tab]127115[/tab] [tab]127113[/tab] [tab]127112[/tab] [tab]127122[/tab] [/tabs]

FDG (Forum Diskusi Geologi), merupakan suatu forum yang didakan oleh Dept. Pendidikan dan Penalaran (Diklar) HMTG FT UGM. FDG ini dilaksanakan pada hari Rabu, 04 Maret 2015 di ruang kuliah 3.1 Jurusan Teknik Geologi FT UGM dengan pembicara Bapak Salahuddin Husein, S.T., M. Sc., Ph. D. FDG kali ini mengangkat tema “Oil Price Impact for Our Career”. Ya, “Our” disini adalah terkhusus untuk mahasiswa Teknik Geologi.

Seperti yang kita tahu, harga minyak dunia akhir-akhir ini mengalami penurunan. Hal ini tentu saja berimbas pada banyak sektor-sektor hidup manusia. Tidak terkecuali untuk mahasiswa lulusan geologi yang berkeinginan untuk bekerja di industri minyak. Bagaimana jika harga minyak tersebut tidak kunjung naik, tentunya banyak perusahaan yang akan menghentikan kegiatan eksplorasi dan menurunkan produksinya? Lantas bagaimana nasib lulusan geologi?

Tak perlu risau ataupun bersedih, dalam FDG kali ini semua pertanyaan-pertanyaan tersebut telah dijawab secara jelas oleh Bapak Salahudin Husein.

Pada umumnya harga minyak dunia memang sering mengalami naik-turun-naik-turun (fluktuatif) dalam jangka waktu tertentu. Hal itu normal dan biasanya terkait dengan isu sosial-politik di suatu negara. Misalnya saja adanya perang, maka negara tersebut akan menjual minyaknya ke pasaran dengan harga di bawah rata-rata sehingga ketersediaan minyak surplus dan harga minyak dunia menjadi turun.

Akan tetapi turunnya harga minyak sekarang bukan murni karena adanya isu sosial-politik, hanya saja muncul KOMPETITOR baru di dunia perminyakan, yaitu OIL SHALE. Oil shale ini banyak diproduksi di kawasan Amerika Utara dan menawarkan minyak dengan harga yang lebih ekonomis sehingga minyak konvensional kalah saing dengan oil shale yang unkonvensional.

Lalu, bagaimana pengaruhnya untuk mahasiswa geologi? Beliau menjelaskan bahwa suatu perusahaan migas tentunya akan terus melakukan recruitment untuk pegawai baru karena perusahaan membutuhkan pemikir-pemikir muda agar perusahaannya terus maju dan berkembang serta adanya rejuvinasi terhadap pegawai-pegawai lama.

Bagaimana cara mensiasati ini semua?

Tentunya dengan cara merencanakan studi dengan baik. Studi yang baik itu punya rencana apa yang akan dilakukan sebelum dan sesudah LULUS. Untuk rencana sebelum lulus dapat dilakukan dengan cara mengikuti internship (magang) di perusahaan migas. Selain itu juga dapat dengan cara riset di bidang oil&gas yang kemudian akan bisa dipublikasikan dalam IPA (International Petroleum Assosiation). Dan yang terakhir ada dengan cara networking.

Sedangkan untuk rencana setelah lulus dapat dengan cara langsung bekerja di oil industry. Akan tetapi, jika belum mendapatkan hal tersebut, maka bisa dengan cara melakukan riset di bidang oil&gas yang kemudian akan bisa dipublikasikan di IPA juga. Rencana lain juga dapat dengan melanjutkan rencana sekolah S2 (pascasarjana). Dan yang terakhir juga adalah networking.

Disamping semuanya harus tetap diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa apapun itu hasil akhirnya.

Percayalah, REZEKI itu diatur oleh sesuatu yang tidak pernah tidur (Husein, 2015)

Sekian, Terimakasih 🙂 (Eka Nofiana Khumaeroh_TIM)