Sukabumi Subsidence

Gerakan Massa di Sukabumi

[Gerakan Massa di Sukabumi]

Sukabumi Subsidence
Peristiwa bencana akhir-akhir ini banyak terjadi di Indonesia tidak hanya di luar pulau Jawa, namun di daerah Jawa juga kerap terjadi bencana alam. Seperti yang terjadi pada awal bulan Mei, tepatnya pada hari minggu, 5 Mei 2019. Tepat pada waktu itu, bencana tanah longsor terjadi di daerah Kertaangsana, kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan sekitar 90 rumah, 26 hektar sawah, 3 fasilitas umum serta 200 m jalan provinsi yang terganggu. Daerah terdampak bencana berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meliputi RT 01, RT 02 dan RW 03 RW 49 berjumlah sebanyak 129 rumah dengan rincian jumlah penduduk 161 kepala keluarga yaitu 482 jiwa. Secara regional sukabumi masuk pada zona Bandung. Dimana pada zona memiliki fisografi depresi dibandingkan dengan zona Bogor dan zona Pegunungan selatan. Zona Bandung sebagian besar terisi oleh endapan vulkanik muda produk dari gunung api sekitarnya serta endapan alluvium (berumur kuarter). Struktur geologi yang berkembang didominasi oleh struktur perlipatan dan pensesaran yang bearah barat – timur (Sampurno, 1976).

Untuk daerah Sukabumi, Jawa barat secara geologi berdasarkan dari tulisan ilmiah Setiawan, 2006 mengatakan bahwa pada factor pembatas kewilayahan, bencana geologi yang sering terjadi di Sukabumi adalah Gerakan tanah. Factor pemicu gerakan tanah tersebut diantara lainnya adalah: sifat fisik batuan dan lapukannya, struktur geologi, kemiringan lereng, curah hujan serta vegetasi penutup. Berdasarkan kondisi geologisnya, di Sukabumi Selatan terdapat tiga zona kerentanan gerakan tanah, yaitu kerentanan tinggi, menengah dan rendah.

Seperti yang telah dipaparkan diatas adalah penyebab gerakan tanah secara regionalnya, namun untuk bencana gerakan tanah yang terjadi baru-baru ini di sukabumi disebabkan oleh guyuran air hujan terus menerus selama beberapa hari. Guyuran hujan tersebut makin memperbesar kemungkinan untuk tanah mengalami pergerakan karena kondisi yang lembab dan lembek, sehingga gerakan tanah sudah bisa dirasakan oleh warga sejak Senin, 22 April 2019. Kerugian yang timbul akibat adanya gerakan tanah tersebut termasuk pada kerugian materiil, dan untungnya tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini. Kerugian tersebut meliputi 40 unit rumah warga rusak, 115 rumah warga yang terancam, 26 hektar lahan sawah terancam, bahkan fasilitas umum berupa ruas jalan Sukabumi – Segaranten pada kampong setempat anjlok.

Untuk saat ini, para warga yang rumahnya terdampak dari bencana tersebut oleh BPBD dan Panlok (Panitia lokal) diungsikan ke lokasi pengungsian atau tenda pleton. Tutur Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman, telah menyiapkan tenda pleton atau tenda family beserta dengan fasilitasnya serta kebutuhan pangan. Langkah pertama untuk mencegah korban jiwa dari daerah terdampak bencana.

Upaya pemerintah selanjutnya adalah melalukan pemulihan dan relokasi terhadap fasilitas-fasilitas warga, apabila telah selesai masa pemulihan tersebut maka akan diungsikan kembali ke rumah masing-masing. Untuk sementara ini, para warga kertaangsana terpaksa untuk menjual sebagian harta bendanya agar tetap memiliki penghasilan.

Referensi:
https://regional.kompas.com/read/2019/05/02/15491581/5-fakta-bencana-tanah-bergerak-di-sukabumi-warga-mulai-jual-harta-benda?page=all

https://regional.kompas.com/read/2019/05/06/00052871/bencana-tanah-bergerak-di-sukabumi-90-rumah-hingga-26-hektar-sawah-rusak

https://www.academia.edu/4066175/KONDISI_GEOLOGI_LINGKUNGAN_SUKABUMI_SELATAN

http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/195901011989011-YAKUB_MALIK/KONDISI_FISIOGRAFI_DAN_GEOLOGI_REGIONAL_JAWA_BARAT.pdf

Redaktur: Ayu Dwi Hardiyanti
Editor: Nur Arifah Yusfika
Desainer: Rara Fajrina M.

Ikuti kami di media sosial!
Line: line.me/R/ti/p/%40jns7950h
Instagram: instagram.com/bumigadjahmada/

#BumiGadjahMada
#MemahamiBumiMemaknaiKehidupan

Merapi Tak Pernah Ingkar Janji

Merapi Tak Pernah Janji

[Merapi Tak Pernah Ingkar Janji] Merapi Tak Pernah Ingkar Janji
Latar Belakang Merapi

Kegiatan pendakian gunung saat ini banyak diminati oleh kalangan muda, salah satunya Gunung Merapi yang mendapatkan tempat tersendiri di hati para pencinta alam. Mencapai Puncak Garuda dengan ketinggian 2980 mdpl merupakan suatu kebanggaan dan kesenangan tersendiri bagi mereka. Akan tetapi, perlu diingat bahwa Gunung Merapi adalah gunung aktif yang aktivitasnya dapat meningkat sewaktu-waktu sehingga perlu untuk diwaspadai.

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi aktif yang terletak di Pulau Jawa, Indonesia. Secara geografis, Gunung Merapi terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunung Merapi secara fisiografi termasuk dalam Zona Solo yang tersusun atas jajaran pegunungan berapi yang membentang dari utara ke selatan, meliputi Gunung Ungaran, Gunung Soropati-Telemojo, Gunung Merbabu, dan Gunung Merapi (van Bemmelen, 1949).

03-Lpt-Cover-Pak-Rovicky

Mengenang Pakde Rovicky

[Mengenang Pakde Rovicky] 03-Lpt-Cover-Pak-Rovicky

Senin dini hari, 4 Maret 2019 menjadi hari berkabung untuk dunia geologi Indonesia. Seorang Sahabat, Seorang Inspirator atau bisa dikatan sebagai seorang revolusioner dalam jagat per-geologi-an Indonesia telah berpulang kepangkuan Tuhan Yang Maha Esa, beliau Bapak Ir. Rovicky Dwi Putrohari M.Sc (T.Geologi 81’) atau yang lebih sering di sapa Pakdhe Rovicky Sang Pendongeng Geologi. Kepergian beliau sangat mengejutkan bagi orang – orang yang mengenalnya,berbagai bentuk ucapan bela sungkawa dan penghormatan dipersembahkan untuk beliau, salah satunya datang dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Indonesia.

MDMC melalui acara rutin mereka bertajuk “Bincang Bincang Bencana” mengangkat topik “Mengenang Sang Pendongeng Geologi, Belajar Mitigasi Bencana Melalui Dongeng ala Pakdhe Rovicky” sebagai tribute to Pakdhe Rovicky. Acara ini dilaksanakan pada 16 Maret 2019 bertempat di Ruang Amphiteater Perpustakaan di Lantai 4 Gedung D Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jalan Lingkar Selatan Tamantirto Kasihan Bantul. Hadir sebagai pembicara antara lain: Ir. B. Wisnu Widjaja, M.Sc sebagai Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB sekaligus Alumni T. Geologi 81’ , Dr. Ir. Heru Hendrayana sebagai Ketua Departemen Teknik Geologi, FT UGM yang juga teman “seperguruan” Pakde di T.Geologi 80’ dan Sri Atmaja P. Rosjidi, S.T., MSc.Eng., Ph.D sebagai Divisi PRBK MDMC PP Muhammadiyah sekaligus Direktur Pascasarjana UMY. Hadir juga diantara tamu undangan dan peserta pihak keluarga Pakde Rovicky yakni Bapak Ronny Primanto (Kakak Pakde) dan Ibu Nur (Ibunda Pakde).

Dengan suara tercekat dan berlinang airmata Pakdhe Ronny memberikan sambutan, beliau menceritakan akar kebiasaan pakde Rovicky yang suka mendongeng berasal dari kebiasaan ayah Beliau yang suka sekali mendongengi Beliau dan Pakdhe Rovicky semasa kecil sebelum tidur. Pakdhe Ronny tidak menyangka dengan kebiasaan mendongeng ini Pakde Rovicky dapat memberikan kontribusi yang besar kepada bangsa dan negara wa dalam bidang geologi dan mitigasi bencana. Pada kesempatan ini pula bertepatan dengan ulang tahun ke-80 tahun Ibu Nur, Ibunda Pakdhe Rovicky.

Dongeng Pakde dan BNPB

Mentor, teman dan inspirator, tiga kata tersebut yang dapat mewakili Pakde Rovicky kaitannya antara hubungan Pakde dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pak Wisnu Widjaja dari BNPB sekaligus teman “dolan”, mengenang pakdhe bukan hanya sebagai saudara seperguruan di kampus biru, namun juga ciri khas beliau dalam berkomunikasi dan sifat setia kawan Pakde yang luas. Beliau mengatakan dongeng geologi yang digagas oleh Pakde telah membantu BNPB dalam mengkomunikasikan fenomena dan bencana alam geologi kepada masyarakat luas. “Cara komunikasi mas Rovicky ini sangat membantu, mengingat keterbatasan sumberdaya manusia di BNPB (hanya sekitar 500 orang), tidak semua hal bisa ditangani BNPB sendiri”, tutur Pak Wisnu Widjaja.

Pada Kesempatan ini pula, Pak Wisnu Widjaja mensosialisasikan teknologi yang dikembangkan oleh BNPB yakni Portal InaRISK. Portal InaRisk adalah suatu platform web atau portal kajian resiko bencana yang menampilkan ancaman bencana, kerentanan, kapasitas dan resiko suatu daerah terhadap bencana serta prediksi kerugian daerah tersebut akibat bencana. InaRiSK ini merupakan hasil dari kolaborasi antara BNPB dengan Kementrian dan lembaga terkait penanggulangan bencana di Indonesia. Selain melalui web, InaRISK telah dikembangkan dalam bentuk aplikasi Android & IOS yang dapat diunduh di Playstore dan Appstore. Dengan Aplikasi InaRISK kita bisa mengetahui langsung secara real time resiko bencana apa yang ada di sekitar lokasi kita dan langkah apa saja yang sebaikanya dilakukan untuk mengurangi resiko bencana tersebut.

Dongeng Geologi, Jembatan Informasi Bencana dan Millenials

Lain hal dengan Pak Heru Hendrayana saudara seperguruan Pakde dari Departemen Teknik Geologi UGM, beliau mengenang sosok Pakde lebih personal dan humanis. Beliau memaparkan bagaimana Dongeng Geologi yang digagas oleh Pakde ini sangat penting kaitannya dengan generasi saat ini. Sebelum itu, beliau menjabarkan bagaimana dinamika perkembangan platform informasi dari generasi ke generasi, mulai dari generasi Baby Boomer, Generasi X, Generasi Y dan Generasi Millenial. Internet dan dunia maya erat kaitannya dengan Generasi Y dan Millenial saat ini, Hal ini dapat dilihat dari jumal generasi-generasi tersebut dalam mengakses dunia maya tiap harinya. Oleh karena itu, menurut Pak Heru Dongeng Geologi yang dikembangkan oleh Pakdhe Rovicky ini sangat penting untuk mengomunikasikan Fenomena dan Bencana Alam kepada Generasi saat ini.

Lebih jauh Pak Heru sedikit menceritakan bagaimana susah payahnya Pakde untuk mengembangkan platform Dongeng Geologi ini di dunia maya. Nyatanya, pengembangan Dongeng Geologi di dunia maya telah dimulai Pakde sejak tahun 1998. Awalnya Pakde memanfaatkan server atau domai bebas seperti Tripod. Seiring dengan perkembangan dunia maya muncullah platform weblog (Blogspot, WordPress, dll) yang semakin memudahkan Pakde untuk mengembangkan Dongeng Geologi Project tanpa dipusingkan oleh kode-kode html yang harus digunakan. Kemunculan media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter semakin menyemangati Pakdhe untuk semakin mendekatkan Dongeng Geologi kepada masyarakat khususnya Generasi Y dan Milenial. Pak Heru juga menambahkan dalam tiap penyusunan konten yang ada di dalam Dongeng Geologi Pakde selalu berdiskusi dengan teman-teman beliau dibidang geologi agar informasi yang disampaikan senantiasa valid dan bernilai ilmiah.

Hal senada disampaikan oleh Pak Sri Atmadja, Direktur Pascasarjana UMY. Beliau menekankan bahwa apa yang dilakukan oleh Pakdhe ini harus dilanjutkan. Beliau mencontohkan negara tetangga seperti India yang juga giat mengomunikasikan resiko bencana kemasyarakatnya melalui relawan-relawan yang langsung terjun ke sekolah-sekolah. Relawan-relawan ini menceritakan resiko bencana apa saja yang berada disekitar mereka dan cara menanggulanginya. Dengan demikian, Pemerintah India berharap resiko terjadinya bencana dapat direduksi serta bilapun terjadi bencana maka nilai kerugian dapat ditekan hingga batas Minimum.

Acara ini juga dihadiri oleh admin dari Dongeng Geologi saat ini yaitu Mbak Maghfira Abida (T.Geologi 12’). Mbak Maghfira menceritakan juga kepada reporter bagaimana proses pengelolaan Dongeng Geologi selama ini yang ternyata hanya dikelola oleh 3 orang yakni Pakde Rovicky, Mbak Maghfira serta Mas Amin (Tgl 08’). Selanjutnya, Mbak Maghfira berharap adanya teman-teman generasi muda yang mau bergabung dengan tim ini dan semakin menguatkan Dongeng Geologi. “Pakdhe sebenarnya sudah ingin meluaskan sayap Dongeng Geologi ini melalui konten YouTube, bahkan pakde sudah membuat beberapa Vlog. Tapi karena kesibukan belum sempat upload dan membuat channel Dongeng Geologi. Itulah mengapa kami membutuhkan generasi milenial yang mau untuk melanjutkan perjuangan Pakdhe”, tutur Mbak Maghfira.

Reporter: Bagaskara Wahyu P. P.
Editor: Aimmatul Yumna F. I.
Fotografer: Bagaskara Wahyu P. P.
Poster: Ar Rafyasta Islamy M.

Ikuti kami di media sosial!
Line: line.me/R/ti/p/%40jns7950h
Instagram: instagram.com/bumigadjahmada/

#BumiGadjahMada
#MemahamiBumiMemaknaiKehidupan

Museum-Karst-cover

Museum Karst Indonesia

[Museum Karst Indonesia] Museum-Karst-cover
Museum Karst Indonesia merupakan satu-satunya geopark dan museum karst pertama yang ada di Indonesia. Museum ini terletak di  Desa Gebangharjo, Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah, dan berjarak kurang lebih 45 km dari pusat Kota Wonogiri. Apa itu karst, dan mengapa kita memiliki museum karst di Indonesia?

01-Lpt-Cover

World Water Day, “Water for All”

[World Water Day, “Water for All”]

01-Lpt-Cover

Peringatan Hari Air (World Water Day) yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, 23 Maret 2019 merupakan kegiatan kolaborasi HMTG FT UGM dengan berbagai pihak dan masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan untuk memperingati kesepatan Konferensi PBB tentang Sumberdaya Air pada tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brazil. Pada tahun ini, acara tersebut mengusung tema “Water for All” yang mengandung makna bahwa semua orang berhak mendapatkan akses air bersih.

Bumi Gadjah Mada Vol 1

Bumi Gadjah Mada (Terbaru Edisi ke-6)

“BUMI GADJAH MADA”

Memahami bumi, memaknai kehidupan

Menulis merupakan aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan akademis. Namun  kebiasaan menulis di kalangan mahasiswa masih minim. Bagi sebagian mahasiswa, menulis hanya dilakukan ketika mengerjakan tugas atau untuk mengerjakan skripsi. Mempublikasikan hasil pemikiran maupun penelitian ke dalam karya tulis bukan sekedar untuk mencari nilai, status, atau gelar akademis. Karya tulis yang disusun dan dipublikasikan lebih sebagai salah satu bentuk tanggungjawab moral mahasiswa kepada masyarakat.  Selain itu, masih kurangnya media untuk menuangkan ide atau pikiran serta kurangnya pelatihan menulis, membuat mahasiswa semakin enggan untuk menulis bahkan menganggap menulis merupakan kegiatan yang membosankan.

Sebagai bentuk kerja utama menjadi media publikasi Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (HMTG FT-UGM), Departemen Teknologi, Informasi, dan Multimedia (TIM) memberi kesempatan kepada mahasiswa geologi yang memiliki minat di bidang jurnalistik. Media komunikasi yang telah ada sebelumnya adalah media elektronik berupa website, akun media sosial dan media cetak berupa buletin dianggap masih belum cukup memberi tempat bagi mahasiswa untuk menulis. Media-media tersebut lebih difokuskan kepada berita dan informasi mengenai kegiatan yang ada di Jurusan Teknik Geologi UGM sehingga kurang dapat dibaca oleh pihak eksternal dan kurang melatih mahasiswa untuk menulis artikel ilmiah/semi-ilmiah. Oleh karena itu, pada kepengurusan HMTG FT-UGM periode 2013, Departemen TIM membuat program kerja baru berupa majalah dengan nama “Bumi Gadjah Mada”.

Pemilihan nama majalah “Bumi Gadjah Mada” bukanlah tanpa arti dan tujuan. “Bumi” sendiri menunjukkan bahwa kami merupakan mahasiswa Teknik Geologi yang notabene objek utama pembelajaran kita adalah bumi. “Gadjah Mada” menunjukkan kami merupakan bagian dari Universitas Gadjah Mada.

Konten utama majalah “Bumi Gadjah Mada” berupa ulasan mengenai suatu kasus atau topik geologi yang sedang berkembang, sesuai dengan tema utama majalah tiap edisi. Topik ini tidak hanya diulas dari sudut pandang geologi saja, tetapi juga dari sudut pandang lain seperti lingkungan dan masyarakat. Dalam penyajiannya, kami membagi bahasan topik tersebut menjadi beberapa rubrik tetap dan rubrik tidak tetap. Rubrikasi untuk majalah ini ditentukan dengan mempertimbangkan fungsi dan kebutuhan atas informasi yang diinginkan pembaca dan yang ingin disampaikan oleh redaktur.

EDISI 1 (2013) : “Sumber Daya Geologi Yogyakarta”

Bumi Gadjah Mada Vol 1

BGM Edisi ke-1 2013

EDISI 2 (2014) : “Bersahabat Dengan Bencana”

cover ed 2

BGM Edisi ke-2 2014

EDISI 3 (2015) : “Memahami Bumi Indonesia -dari Sabang sampai Merauke-“

Cover Depan BGM 3

BGM Edisi ke-3 2015

EDISI 4 (2016) : “Bersahabat Dengan Bencana”


BGM Edisi ke-4 2016

EDISI 5 (2017) : Geologi, Alam ,dan Manusia
BGM Edisi ke-5 2017

EDISI 6 (2018) : Geologi Pembangunan Nasional (TERBARU)
BGM Edisi Ke-6 2018

Selamat Membaca!!

 

Sukamandaru

Sukmandaru Prihatmoko : Pengembangan Geologi Indonesia untuk Kepentingan Semua

 

Sukmandaru Prihatmoko bersama IAGI akan bawa Geologi Lebih Membumi dan Geolog Lebih Profesional – Kerja Nyata untuk Bangsa

Sukmandaru Prihatmoko, biasa disapa Pak Ndaru, ia merupakan Alumni Teknik Geologi UGM, Indonesia  1989 dan Economy Geology University of Tasmania, Australia 1998. Dalam bidang Geologi, beliau berpengalaman di eksplorasi mineral emas dan endapan logam dasar terutama sistem epitermal dan porfiri. Beliau pernah menjadi manager eksplorasi di berbagai perusahaan besar, seperti Ivanhhoe Mines/ PT Cibaliung Sumberdaya, Austindo Resources/ PT AGC Indonesia, dan PT SJR – Pama Group. Beliau juga pernah  menangani berbagai proyek eksplorasi mineral di Indonesia dan Pakistan.

Pada 28 September 2017, Sukmandaru Prihatmoko terpilih menjadi Ketua umum IAGI periode 2017-2020. Sebelum menjadi ketua, beliau pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Pertambangan, Staf Khusus Bidang Pertambangan, Ketua MGEI, Ketua Dewan Penasehat MGEI dan Ketua Komite Bersama IAGI – PERHAPI untuk Competent Person Indonesia.

IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) adalah organisasi yang didirikan pada 13 April 1960 merupakan organisasi profesi non-profit mewadahi ahli (pemerhati) dan geologi Indonesia yang bekerja di berbagai sektor, mulai dari sektor pendidikan sampai pemerintahan atau industri. Saat ini, IAGI beranggotakan lebih dari 5.600 orang yang terbagi menjadi tiga jenis keanggotaan yaitu Anggota Biasa, Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan. IAGI menangani isu-isu kegeologian meliputi georesources, geoengineering, geohazard, dan geoenvironment.

Ingin mengenal Sukmandaru Prihatmoko  lebih dalam? Mari simak wawancara eksklusif Bumi Gadjah Mada dengan beliau.

Bagaimana perjalanan karir Pak Ndaru sampai sekarang dapat menjadi Ketua Umum IAGI?

Saya mulai aktif di organisasi IAGI sejak 1998 walaupun di tahun-tahun sebelumnya sudah sering mengikuti kegiatan IAGI sebagai peserta biasa. Pada 2000-2005, saya aktif di PP IAGI sebagai Ketua Bidang Pertambangan menjalankan berbagai program IAGI terkait dengan eksplorasi mineral dan batubara.  Kemudian, pada 2008 bersama aktivis minerba nasional mendirikan MGEI (Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia) yang merupakan anak organisasi IAGI sekaligus menjadi Ketua MGEI 2008-2012 (dua periode kepengurusan). Selanjutnya, pada 2014-2017 mendapatkan amanat untuk mengawal IAGI sebagai Ketua Umum lalu terpilih lagi untuk periode berikutnya 2017-2020.

 

Apa yang melatarbelakangi Pak Ndaru mencalonkan diri sebagai Ketua Umum IAGI?

Saya ingin berperan dan membantu lebih banyak dalam pengembangan geologi Indonesia serta pemanfaatannya bagi kepentingan semua. Tag line yang kami pakai adalah IAGI/ Geologi Lebih Membumi dan IAGI/ Geolog Lebih Profesional – Kerja Nyata untuk Bangsa.

 

Bagaimana rencana Pak Ndaru untuk kegiatan IAGI pada periode kepengurusan  kedepan?

Saya memiliki berbagai program yang dirancang selama kepengurusan 2017-2020 demi mewujudkan IAGI yang Lebih Profesional – Kerja Nyata untuk Bangsa. Sesuai tantangan yang ada, semua sektor coba kami gerakkan dari georesources, geoengineering, geohazard dan geoenvironment. Salah satu program andalan adalah “Satu Pengda Satu Geowisata”, yang kita harapkan akan lebih membantu menciptakan lapangan kerja yang saat ini sangat dibutuhkan

 

Apakah ada kontribusi yang akan diprioritaskan IAGI kepada masyarakat?

Kami memiliki program mitigasi bencana di berbagai daerah yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat. Di beberapa lokasi kegiatan ini dikolaborasikan bersama anak-anak organisasi, misalnya FGMI, dengan organisasi kemasyarakatan yang lain. Di sisi lain, IAGI, melalui Bidang Kebijakan Publik memberikan masukan dan dorongan dalam penanganan berbagai isu-isu kegeologian, seperti UU Kebencanaan, UU Geologi , dll.

 

Bagaimana pendapat Bapak dalam menghadapi keadaan Indonesia yang saat ini rawan kebencanaan seperti longsor? Apakah ada tindakan khusus atau solusi dari IAGI yang merupakan organisasi berbasis kebumian?

Sosialisasi kebencanaan (geologi) utamanya mitigasi harus terus digalakkan melalui berbagai media. Baik langsung ke masyarakat,  sekolah-sekolah, maupun melalui pemerintah setempat.

 

Apa saja tantangan yang dihadapi IAGI Indonesia saat ini selain kebencanaan?

Saat ini, tantangan yang dihadapi menyangkut pengelolaan sumber daya kebumian, seperti migas, minerba, dll, dan energi. Selain itu, tantangan yang menjadi isu klasik adalah lapangan kerja bagi lulusan geologi yang perlu dikembangkan terus.

 

Saat ini Bapak menjabat menjadi Ketua Umum IAGI dan Bapak merupakan Alumni Teknik Geologi UGM. Apakah hal tersebut berpengaruh terhadap hubungan antara Alumni Teknik Geologi UGM (KAGEOGAMA) dan Mahasiswa Teknik Geologi UGM?

Tentunya akan berpengaruh positif karena semakin banyak kegiatan kegeologian yang menjadi concern KAGEOGAMA maka HMTG FT UGM juga dapat dikolaborasikan.

 

Dokementasi : SM-IAGI UIR
Reporter : Hanuladsih Eko Wulan, Oyinta Fatma I.
Editor : Tio Ardiansah

Unsur Tanah Jarang: Logam Startegis di Era Global

[Bumi Gadjah Mada]

Memasuki era teknologi modern, tak dapat dipungkiri bahwa barang-barang berteknologi tinggi menjadi penentu dalam persaingan global. Seiring dengan hal tersebut, kebutuhan akan unsur tanah jarang kini menjadi hal yang vital. Pentingnya peran unsur ini dalam industri strategis, membuat deposit unsur tanah jarang mulai marak menjadi target utama eksplorasi.

Unsur tanah jarang mulai ditambang pada tahun 1950-an. Pada era 1950-1960 pasokan unsur tanah jarang dunia berasal dari endapan Placer di USA bagian Tenggara. Setelah ditemukan deposit baru pada 1970an di Mountain Pass, California, pemenuhan kebutuhan unsur tanah jarang dunia didominasi dari wilayah ini. Australia juga sempat menjadi pemasok utama unsur tanah jarang hingga tahun 1990an. Memasuki abad 20, era penguasa unsur tanah jarang berganti ke wilayah China setelah ditemukannya deposit Bayan Obo, Mongolia yang sampai saat ini masih menjadi penyuplai utama kebutuhan unsur tanah jarang dunia.

Baca selengkapnya…

 

hitz